Vitalitas Peran Pemuda



Karakter yang menurut saya yang ideal dan dapat menjadi idaman bangsa indonesia adalah pemimpin yang mampu melaksanakan tugas nya dalam mengayomi warga nya dan dapat mensejahterakan rakyatnya sendiri. Pemimpin yang baik tidaklah pernah mengambil sedikitpun uang rakyatnya yang sering disebut dengan korupsi. Dan juga pemimpin yang benar mendedikasikan dirinya untuk rakyatnya dalam menciptakan dan mengembangkan segala potensi sumber daya masyrakat agar kehidupan bangsa dan negaranya mampu untuk berkembang. Dan juga pemimpin dapat turut andil di setiap kehidupan rakyatnya dengan mereka turun langsung ke lapangan, dengan tujuan tidak hanya melihat kondisi masyrakatnya namun dapat membantu rakyatnya agar lebih sejahtera dari kehidupan sebelumnya.

Dinamika diatas juga tidak jauh beda dengan kondisi dan situasi di Desa Lombang Dajah Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Para pemuda disana mempunyai inisiatif besar untuk memajukan desa tercintanya. Namun ada beberapa hak yang menjadi kendala mereka dalam mengorganisir sebuah untuk berafiliasi dengan pemerintah setempat. Diantaranya seperti solidaritas para pemuda yang kurang solid. Minimnya logistik untuk menunjang program pemuda. Administrasi yang krang komprehensif, dan masih sedikitnya rasa kepercayaan oleh pemuda sehingga membuat mereka pesimis.

Pemimpin berkarakter yang diharapkan masyaarakat adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan demi pembelaan terhadap nasib rakyat. Pemimpin yang memiliki semangat seperti itu yang harus diberi amanah sekaligus dukungan oleh rakyat. Untuk itu dibutuhkan sistem dan budaya politik yang sehat dan partisipatif. Dengan demikian orientasi organ-organ politik seharusnya mengacu pada kepentingan kesejahteraan rakyat sehingga tidak mendistorsi esensi demokrasi yang telah dipilih sebagai prinsip-prinsip penyelenggaraan negara, termasuk dalam memilih pemimpin.

Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa. Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin. Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin.

Bersamaan dengan itu, upaya penataan dan mengatasi krisis belum berjalan secara optimal karena bangsa Indonesia juga mengalami krisis kepemimpinan. Sehingga di era reformasi yang dinamis ini mengharuskan kita melakukan redefinisi mengenai makna kepemimpinan. Sehingga jangan sampai terjadi kegamangan dalam memilih tipe pemimpin-pemimpin yang tepat untuk negeri yang tercinta.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.